Recent Comments

Pencemaran Lingkungan Minum air Merkuri di Batanghari



Pencemaran Lingkungan
Minum air Merkuri di  Batanghari

Oleh Irma Tambunan

Kawasan Pasar Bawah jauh berubah dibandingkan dengan tiga tahun lalu. Perkampungun  yang terletak dibelah Sungui Mesumai itu tampak sepi. Tidak terlihat lagi anak-anak bermain di sungai, orang memancing,  mandi, atau bersantai di tepian. Air sungui berwarna coklat. Baunya pun tak sedap.



Siapa yang mau ke sungai kalau airnya keruh begini,” ujar Anggi, pemuda Pasar Bawah, Kabupaten Merangin, Jambi, pekan lalu. Hingga tiga tahun lalu, Sungai Mesumai jernih hingga ke dasarnya. Lalu demam emas mewabah. Di hulu,sekitar 40 kilometer dan Pasar Bawah, pelaku penambangan emas tanpa izin tiap hari mengoperasikan sekitar 100 alat berat. Saban hari pula limbah tambang
digelontorkan ke sungai. Bukan hanya Mesumai, lebih dan 30 sungai dan anak sungai di Kabupaten Merangin, Sarolangun, Tebo, dan Batanghari tercemar limbah tambang emas.

Limbah berupa lumpur, besi, arsenik, hingga merkuri. Semua polutan itu berbahaya,tetapi yang paling gawat adalah merkuri, yang dipakai dalam pemurnian emas. Cukup 0,01 miligram per liter (mg/l), logam berat itu sudah menyebabkan kematian. Dalam konsentrasi yang lebih rendah pun sangat berbahaya. “Merkuri dalam tubuh bersifat akumulatif, begitu masuk tak bisa keluar,” ujar pakar ekotoksikologi Institut Pertanian Bogor, Etty,Riani.

Merkuri alias air raksa(Hydrargyrum, Hg) menginfiltrasi jaringan dalam tubuh. Akibatnya, jaringan dan organ rusak, janin cacat, serta intelektualit  (IQ jongkok). “Kematian biasanya tidak cepat datang. Pelan, tetapi pasti,” ujar Etty lagi. Di Jepang tahun 1950, limbah merkuri dan pabrik pupuk pernah mengakibatkan tragedi Minamata. Sekitar 3.000 warga Teluk Minamata menderita penyakit aneh, mutasi genetika, dan tak tersembuhkan. Di Kamboja, merkuri dan tambang emas juga dilaporkan mengontaminasi aliran Sungai Mekong sejak 2008. Di Vietnam, masalah yang sama dilaporkan pada 2011/2012. Blacksmith Institute pada 2011 melansir, di 37 titik tambang emas di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. tetapi belum memasukkan Batanghari, merkuri memapar 907.300 orang di sekitar area! 

Kompas menemukan, tragedi Minamata bisa terulang di Batanghari atau anak-anak sungainya karena wabah demam emas tak terkendali. Di Kabupaten Sarolangun dan Merangin saja, menurut catatan kelompok Gerakan Cinta Desa (G-Cinde), penambangan emas berlangsung di 30 desa. Di Limun, kecamatan di Sarolangun, ada sekitar 400 penambangan liar aktif.

Di Kabupaten Merangin, demam emas tak kalah gawat. Penambangan emas tanpa izin (PETI) meluas ke sawah, kebun,permukiman, bahkan halaman kantor Kecamatan Pangkalan Jambu dan Kepolisian Sektor Tabir Ulu. “Hampir semua petambang didukung pemodal besar,” kata Eko Waskito, Koordinator G-Cinde. Mereka memakai alat berat untuk mengeruk pasir dan tanah.

Bayangkan jumlah merkuri yang dibutuhkan. Sebagai pembanding, untuk memurnikan emas dan sekarung “pasir/batu emas”, dibutuhkan 0,5 kilogram merkuri. Padahal, limbah logam berat itu, lanjut Eko, langsung dibuang ke sungai.
Akhir Juni lalu, Kompas menguji kualitas air sungai itu di sebuah lembaga penguji terakreditasi di Jakarta Sungai yang diuji meliputi Mesumai dan Merangin(Kabupaten Merangin) serta Tembesi (Sarolangun). Ketiganya memasok bahan bagi air minum untuk perusahaan daerah air minum (PDAM) di Jambi. 

Kadar merkuri di permukaan Mesumai mencapai 0,0008 mg/l, arsenik 0,002 mg/l, dan besi 2,73 mg/l. Konsentrasi merkuri dan arsenik itu nyaris mendekati batas aman. Kadar besi sudah sembilan kali lipat ambang itu. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 soal bahan bagi air minum, batas aman merkuri 0,001 mg/l, arsenik 0,005 mg/l, dan besi 0,3 mg/l.

Kadar merkuri air permukaan Sungai Tembesi yang menjadi sumber air PDAM Tirta Sako Batuah, Kota Sarolangun, tepat di garis kritis. Di saluran intake PDAM, kadar logam berat itu mencapai 0,001 mg/l, besi 1,39 mg/l, dan arsenik 0,001 mg/l. Kadar merkuri dalam sampel saluran intake PDAM Merangin, yang airnya bersumber dari Sungai Merangin, sama seperti Sungai Mesumai 0,0008mg/l, arsenik 0,002 mg/l, tetapi kadar besinya empat kali di atas batas aman 1,31 mg/l.

Ketiga sungai itu bermuara di Batanghari. Akibatnya, kualitas air Sungai Batanghari terus memburuk Penelitian kualitas air oleh Badan Lingkungan Hidup Daerah Jambi, April lalu, di 16 titik menemukan, kategori Batanghari kini tercemar berat (Kelas D), diduga akibat air buangan PETI. Direktur PDAM Tirta Merangin M Zuhdi mengetahui sumber air baku tércemar limbah PETI. Gara-gara itu, saluran intake di Sungai Mesumai dipindah ke Sungai Batanerangin. Sungai Batangmerangin dan Tabir, yang menyediakan air untuk lebih dan 50 persen pelanggan (7.500 unit), juga dikhawatirkan tercemar. “Airnya keruh sejak dua tahun terakhir,” ujarnya.

Untuk menjernihkan air dan membunuh bakteri, Zuhdi menaikkan dosis klorin dan bahan kimia lainnya hingga dua kali lipat. “Air yang terpapar merkuri tidak bisa dimurnikan dengan cara apa pun,” kata Etty. Perhitungan memakai formula analisis risiko kesehatan model Albering dkk (1999) menunjukkan, pada konsentrasi merkuri yang diukur Kompas, asupan air minum harian sudah sangat berisiko terhadap kesehatan, seperti pupuk untuk sel kanker. Hanya di Merangin yang risikonya sedikit lebih rendah. Etty menyarankan warga tidak meminum air dari sungai itu.

Peneliti biologi dan Universita Jambi, Tedjo Sukmono,mengatakan, merkuri terakum ulasi pada organisme air, Seperti tanaman, moluska, dan ikan. “Apabila dimakan, semua merkuri di dalamnya berpindahke tubuh manusia,” ujarnya. Padahal, Batanghari kaya akan ikan yang biasa dikonsumsi.

Untuk mempelajarin bagaimana alat analisa portabel XRF bisa digunakan untuk aneka studi dampak lingkungan dari suatu lokasi tambang atau bekas tambang, klik disini.
Lihat Video Terkait “Ancaman Minamata di Aliran Batanghari” di http://vod.kompas.com/ancamanbatanghari

Contoh2 Aplikasi Alat Analisa Portabel XRF Thermo Niton di Industri Tambang



  
Contoh2 Aplikasi Alat Analisa Portabel XRF Thermo Niton di Industri Tambang

Ali Somarin, Ph.D., P.Geo
Chief Geologist


Aplikasi2 andalan yang bisa dilakukan dengan alat analisa portabel XRF:

·                    Logam2 dasar
·                    Emas dan Pemandu2 emas
·                    Elemen2 Tanah Langka (Rare Earth Elements)
·                    Grup Logam2 Platinum, Pemandu2 PGM (Platinum Group Metals)

·                    Uranium



Logam2 Dasar: Fe, Zn, Pb, Cu, Ni, Co
    
Data yang digunakan di sini adalah berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh sebuah organisasi independen yang disebut Canadian Mining Industry Riset Organisasi (CAMIRO) di Kanada:
-     CAMIRO menggunakan berbagai jenis sampel dengan berbagai konsentrasi logam.
-     Kita adalah perintis instrumen yang ideal untuk pertambangan / eksplorasi logam2 dasar.
-     Di bawah ini, grafik2 kiri didasarkan pada alat analisa portabel Thermo Scientific Niton XL3t GOLDD + (Handheld-HHCM-Mining Mode) , yang sebelah kanan berdasarkan Niton FXL laboratorium X-ray tipe lapangan (Benchtop-B TBM-Mining Mode).


Logam2 Dasar: Fe, Modus Tambang (Mining Mode)

Laporan CAMIRO itu mengatakan: "Hasil untuk Fe dengan modus tambang (mining mode) adalah sangat baik di berbagai konsentrasi2 (sampai ~ 53% ...)"





Logam2 Dasar: Fe, Modus Tanah (Soil Mode)




Logam2 Dasar: Cu, Modus Tambang (Mining Mode)



Logam2 Dasar: Cu, Modus Tanah (Soil Mode)



Logam2 Dasar: Zn, Modus Tambang (Mining Mode)



Logam2 Dasar: Zn, Modus Tanah (Soil Mode)

 

Logam2 Dasar: Pb, Modus Tambang (Mining Mode)


 

Logam2 Dasar: Pb, Modus Tanah (Soil Mode)


 


Logam2 Dasar: Ni, Modus Tambang (Mining Mode)



Logam2 Dasar: Ni, Modus Tanah (Soil Mode)




Logam2 Dasar: Co, Modus Tambang (Mining Mode)





Logam2 Dasar: Co, Modus Tanah (Soil Mode)


 

Logam2 Mulia: Au

Aplikasi apa saja yang bisa digunakan di eksplorasi emas:


·        Identifikasi Au: Emas merupakan butiran yang sangat halus dan dengan mudah dapat disalahtafsirkan sebagai pirit atau kalkopirit dalam butiran2 <1 mm. Umumnya hal ini terlewatkan dalam pencatatkan inti bor (bor core logging). Tes fisik (uji kekerasan) sangat tidak dianjurkan untuk identifikasi emas karena bisa merusak butir2 emas (jadi nilai Au akan menjadi lebih rendah walaupun di tes di laboratorium). Alat analisa portable XRF Thermo Niton dapat digunakan dengan mudah untuk mengidentifikasi emas di setiap jenis sampel.

·        Mengikuti titik di atas: instrumen ini dapat digunakan sebagai alat skrining. Pengguna akan mengetahui bahwa sampel yang mengandung emas sebelum mengirimnya ke laboratorium. Bahkan pada tahap ini, mereka dapat melaporkan adanya emas dalam sampel2 mereka (inti bor, dll) yang diidentifikasi dengan alat analisa portabel XRF Thermo Scientific di rilis beritanya di Bursa Efek.

·        Gunakan elemen2 pemandu seperti As, Zn, Cu, Pb, Ag, Mo, Te, K, dan Ba untuk eksplorasi emas, jika diperlukan. Rangkaian elemen2 pemandu tergantung pada jenis cadangan (bervariasi dari cadangan ke cadangan). Setelah beberapa hari di lapangan, ahli geologi proyek akan mampu membentuk rangkaian pemandu yang akan berguna untuk proyek-proyek emas mereka.



Logam2 Mulia: Au

 Aplikasi dalam pengolahan ore emas: sebuah contoh

·      BarrickGold, pemimpin di bidang pertambangan emas, sudah menggunakan instrumen kami untuk pengolahan emas. Selama pengolahan, emas terkonsentrasi pada sekitar 100-300 ppm, kisaran yang cukup tinggi untuk dideteksi oleh instrumen2 kami.


Logam2 Mulia: Elemen2 Pemandu Au


Elemen

LOD untuk Niton XL3t GOLDD+

Rata-rata di Kerak Bumi

Apa Artinya untuk Anda
Au
15 ppm
0.0031 ppm
Tingkat batas kadar Au menurun seiring dengankenaikan harga emas. Niton XL3t GOLDD + tidak hanya dapat mendeteksi Au dalam sampel yang kaya (misalnya, daerah yang secara historis telah ditambang, limbah2 tailing / timbunan2 pembuangan, konsentrat), itu adalah satu-satunya metode yang tidak merusak untuk identifikasi emas (sebagian besar butiran emas halus di dalam inti bor tidak tercatat oleh karena masalah visibilitas).
As
5 ppm
2 ppm
Sebagai pemandu umum untuk Au dalam berbagai jenis cadangan ore. Ini dapat membentuk anomali2 yang lebih besar dari Au, dan anomali2 ini dapat dideteksi dengan mudah dengan portabel XRF.
Cu
12 ppm
68 ppm
Cu sering berada pada cadangan2 emas seperti cadangan porfiri Cu-Au (tonase tinggi – kadar rendah). Cu dapat diidentifikasi dengan mudah Niton XL3t GOLDD +.
Zn
15 ppm
79 ppm
Mirip dengan Cu, Niton XL3t GOLDD + dapat dengan mudah mendeteksi Zn, yang merupakan elemen pemandu umum untuk Au di beberapa cadangan tipe sedimen-gunung api. Zn membuat anomali yang besar, yang dapat membantu untuk menemukan cadangan2 emas terpencil atau terkubur.
Pb
10 ppm
10 ppm
Mirip dengan Zn, tetapi Pb membuat anomali yang kecil yang dekat dengan zona yang bersangkut paut dengan emas. Jadi deteksi Pb dengan menggunakan Niton XL3t GOLDD + berarti semakin dekat dengan sasaran.
Mo
3 ppm
1 ppm
Mo (seperti molibdenit) mendampingi Au di beberapa cadangan. Niton XL3t GOLDD + dapat mendeteksi Mo dengan mudah.
K
~40 ppm
15,000 ppm
K merupakan perubahan potasik, yang merupakan sebuah zona ore umum di banyak cadangan2 berbentuk porfiri.
Ba
20 ppm
340 ppm
Ba adalah sebuah unsur pemandu di beberapa cadangan emas. Umumnya membentuk zona2 anomali yang dekat dengan cadangan Sehingga dapat digunakan sebagai vektor untuk menemukan sasaran2 bor
Logam2 Mulia: Ag

·      Instrumen2 kami dapat digunakan dalam cara yang sama    untuk eksplorasi dan pertambangan perak.
·      Elemen2 pemandu dapat bervariasi: Pb, Zn, Cu (± Bi, Sb, Hg) adalah yang paling umum.


Logam2 Mulia: Elemen2 Grup Platinum (Platinum Group Elements – PGE)

·        Gunakan elemen pemandu untuk PGE eksplorasi


Elemen

LOD untuk Niton XL3t GOLDD+

Rata-rata di Kerak Bumi

Apa Artinya untuk Anda
Au
15 ppm
0.0031 ppm
Tingkat batas kadar Au menurun seiring dengankenaikan harga emas. Niton XL3t GOLDD + tidak hanya dapat mendeteksi Au dalam sampel yang kaya (misalnya, daerah yang secara historis telah ditambang, limbah2 tailing / timbunan2 pembuangan, konsentrat), itu adalah satu-satunya metode yang tidak merusak untuk identifikasi emas (sebagian besar butiran emas halus di dalam inti bor tidak tercatat oleh karena masalah visibilitas).
As
5 ppm
2 ppm
Sebagai pemandu umum untuk Au dalam berbagai jenis cadangan ore. Ini dapat membentuk anomali2 yang lebih besar dari Au, dan anomali2 ini dapat dideteksi dengan mudah dengan portabel XRF.
Cu
12 ppm
68 ppm
Cu sering berada pada cadangan2 emas seperti cadangan porfiri Cu-Au (tonase tinggi – kadar rendah). Cu dapat diidentifikasi dengan mudah Niton XL3t GOLDD +.
Zn
15 ppm
79 ppm
Mirip dengan Cu, Niton XL3t GOLDD + dapat dengan mudah mendeteksi Zn, yang merupakan elemen pemandu umum untuk Au di beberapa cadangan tipe sedimen-gunung api. Zn membuat anomali yang besar, yang dapat membantu untuk menemukan cadangan2 emas terpencil atau terkubur.
Pb
10 ppm
10 ppm
Mirip dengan Zn, tetapi Pb membuat anomali yang kecil yang dekat dengan zona yang bersangkut paut dengan emas. Jadi deteksi Pb dengan menggunakan Niton XL3t GOLDD + berarti semakin dekat dengan sasaran.
Mo
3 ppm
1 ppm
Mo (seperti molibdenit) mendampingi Au di beberapa cadangan. Niton XL3t GOLDD + dapat mendeteksi Mo dengan mudah.
K
~40 ppm
15,000 ppm
K merupakan perubahan potasik, yang merupakan sebuah zona ore umum di banyak cadangan2 berbentuk porfiri.
Ba
20 ppm
340 ppm
Ba adalah sebuah unsur pemandu di beberapa cadangan emas. Umumnya membentuk zona2 anomali yang dekat dengan cadangan Sehingga dapat digunakan sebagai vektor untuk menemukan sasaran2 bor

Elemen2 Tanah Langka (Rare Earth Elements - REE)

·        There are several cases of successful use of Thermo Scientific portable XRF analyzers in REE exploration
Ada beberapa kasus keberhasilan penggunaan alat analisa portabel Thermo Scientific XRF dalam eksplorasi REE



Elemen2 Tanah Langka: Siaran Pers Bursa Efek: Contoh

Siaran Pers oleh Canadian International Minerals Inc pada September 13, 2011



Uranium: Modus Tanah (Soil Mode)

·        Application in locating anomalous zones: An example from  Northern Canada.
 Aplikasi dalam menemukan zona2 anomali: Sebuah contoh  dari Kanada Utara.





Uranium: Sasaran2 bor

·        Surface anomalies may be the result of richer mineralization at  depth.
 Anomali2 permukaan mungkin merupakan akibat mineralisasi yang lebih kaya di kedalaman.





GPS yang terintegrasi: Pengambaran dalam Waktu-Nyata, Menghemat Waktu



Menggunakan Portabel XRF untuk Mencari Zona2 Anomali

·        Di hampir semua proyek eksplorasi, menemukan zona anomali (sasaran2 bor) jauh lebih penting daripada data kuantitatif.




Contoh Sasaran2 Bor: Proyek Zona Cu-Ag Banana, Botswana



Studi Kasus: Proyek Zona Cu-Ag Banana, Botswana


Alat2 Preparasi Sampel

·        Untuk meningkatkan keakuratan dan korelasi yang tinggi dengan data yang berbasis laboratorium. Penggiling atau grinder portabel adalah peralatan yang hebat.


Metode Analisis
Cu
Mo
Zn
Tembak Langsung vs Laboratorium
0.81
0,87
0.66
Angle Grider vs Laboratorium
0.86
0.95
0.82
Gerinda Portabel vs Laboratorium
0.84
NA*
0.88






Basis Data tambang : Intierra

·        Memanfaatkan basis data Intierra untuk mengumpulkan informasi mendalam tentang perusahaan2 pertambangan, mulai dari junior sampai perusahaan2 pertambangan besar. Cari perusahaan2 atau properti2 dan informasi terkini seperti:

-    Properti2 (lokasi, jenis, tahap pertambangan, dll)
-    Informasi finansial
-    Siaran2 berita
-    Orang (dengan info kontak publik)
-    Informasi lubang bor
-    Peta2
-    Statistik2