Recent Comments

LISTRIK TIDAK TERSEDIA



Pabrik pemurnian mangan di Desa Tuapanaf, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Selasa (8/4) semula, pabrik tersebut dijadwalkan beroperasi sejak delapan bulan lalu, tetrapi hingga kini dibiarkan terlantar akibat pasokan listrik belum tersedia.

LISTRIK TIDAK TERSEDIA
Pabrik Pemurnian Mangan  di NTT bakal bangkrut.

KUPANG, KOMPAS — Sebuah pabrik pengolahan sekaligus pemurnian mangan di Desa Tuapanaf, kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Nusa tenggara Timur, yang seharusnya beroperasi Delapan bulan lalu, hingga kini dibiarkan telantar. pengganjalanya adalah pasokan tenaga listrik yang belum mendukung.
Kendala serupa menjadi penghambat pembangunan pabrik sejenis skala besar di Bespenu, Desa Benu, kecamatan yang sama. Realisasinya hingga kini hanya berupa penataan lahan lokasi setelah peletakan batu pertama pembangunan oleh Menteri Koordinator Perekonomian  Hatta Rajasa, 11 Februari 2012.

Bupati Kupang Ayub Titu Eki menyayangkan kondisi tersebut. Menurut dia, investor sebenarn ya sudah merespons kebijakan pemerintah yang mengharuskan ekspor bahan tambang setelah diolah sebagaimana diatur melalui peraturan pemerintah tentang mineral. Hal itu ditandai rnelalui upaya membangun pabrik pemurnian (smelter) mangan. “Sayangnya, respons investor hingga sekarang belurn mendapat dukungan dari PLN,” kata Titu Eki saat meninjau lokasi
pabrik yang telantar di Tuapanaf dan Benu, Selasa (8/4) siang.
  Tidak adil

Selain listrik belum tersedia, investor juga berharap pemberlakuan satuan tarif tidak diskrimin atif. Pihak PLN pusat menetapkan tarif listrik untuk pabrik smelter di NTT Rp 1.48 3 per kWh. Padahal, tarif listrik untuk pabrik serupa di Jawa Rp 823 per kwh. Penetapan ini dinilai tidak adil
“Kabupaten Kupang atau NTT adalah daerah tertinggal. Seharusnya diberi subsidi, termasuk tarif listrik industri. Karena kalau tidak demikian, tak akan ada investor yang mau datang ke NTT,” ungkap Titu Eki.
Pabrik pemurnian mangan di Tuapanaf dibangun PT Satwa Lestari Permai dengan melibatkan investor asal Tiongkok, Richard Lam, yang bermitra dengan pengusaha lokal, Daniel Cherlin. Benny Thiodoris dan perusahaan itu mengatakan, pabriknya sudah sejak September lalu siap beroperasi. Namun, karena pasokan listrik belum kunjngan datang pabrik terpaksa dibiarkan telantar.
“Kami mengharapkan kendala listrik segera teratasi dengan satuan harga yang tidak mencekik atau setidaknya setara dengan harga satuan di Jawa. Kalau tetap dibiarkan tak berfungsi perangk at mesin akan karatan dan rusak,” ujar Thiodoris.
Pembangunan jaringan listrik PLN dan arah Takari sudah melewati wilayah Desa Tuapanaf, termasuk lokasi pabrik tersebut, sejak beberapa tahun lalu. Namun, hingga sejauh ini, tidak ada aliran daya listrik. Tampak sebagian rentangan kabel sudah putus dan hancur. Bahkan, beberapa tiang sudah tumbang.   
    
Pabrik pemurnian mangan di Desa Benu di bawah PT Jasindo Utama melibatkan investor asal Korea Selatan. Seperti disampaikan Titu Eki, investor belum berani melanjutkan pembangunan pabriknya sebelum ada kepastian pasokan listrik beserta satuan harganya.
General Manager PLN NTL Richard Safkaur menegaskan, pihaknya siap melayani permintaan daya listrik PT Jasindo Utama untuk kebutuhan pabrik di Beni Namun, ia mengingatkan agar perusahaan itu memastikan rencana pembangunan ke departemen  termasuk harus memperlihatkan langkah lanjutan pembanguna pabrik. “Kami membutuhkan gambaran jelas rencana investasinya untuk berapa lama kedepan. Harus ada kepastian invetasi,” kata dia. (ANS)

Potensi Logam Tanah Jarang di Indonesia Sangat Besar









Potensi Logam Tanah Jarang di Indonesia Sangat Besar
BY Sopia Siregar

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan, potensi logam tanah jarang di Indonesia diperkirakan sangat besar. Potensi itu ditemukan baik sebagai produk sendiri atau mineral/unsur ikatan dari berbagai tambang mineral di Indonesia.

I Gusti Ngurah Arda, Peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara (Puslitbang Tekmira) mengatakan, tambang logam tanah jarang yang ditemui di Indonesia di antaranya, timbal dan grafit di Sumatera Barat, bauksit di Kalimantan Barat, timah dan kaolin di Bangka-Belitung. Tambang emas berada di Bogor, Banten, Bengkulu, Sumbawa, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, dan Papua. Sedangkan nikel di Sulawesi Barat dan Halmahera.

Artikel ini diambil dari: 

Sebuah Era Baru dari Pertambangan di Dasar Laut Dalam




Sebuah Era Baru dari Pertambangan di Dasar Laut Dalam’

The BBC melaporkan bahwa International Seabed Authority (didirikan oleh PBB) mengumumkan izin pertambangan baru di Samudra2 Pasifik, Atlantik dan Hindia dari tahun 2016.

Keduanya perusahaan2 swasta atau negara tertarik untuk mendapatkan lisensi pertambangan baru tersebut untuk beroperasi di dasar lautan dan mengembangkan ekstraksi dari batuan mineral berharga seperti emas, nikel, mangan, kobalt, tembaga dll.

Penasihat legal ISA, Michael Lodge, memberitahu BBC: “kami berada diambang sebuah era baru dari pertambangan dasar laut dalam.”
Banyak negara, seperti Cina, Rusia, Amerika Serikat, Prancis, Jepang, dan Inggris, ingin terlibat dalam era baru ini dan menginvestasikan banyak dalam hal inovasi dan teknologi baru untuk kompetisi internasional.  Pemerintah Inggris berekspetasi bahwa sektor tersebut dapat bernilai £40 Milyar bagi Inggris dan Kamerun siap untuk memimpin Inggris menjadi yang terdepan di industri pertambangan dasar laut yang baru.

Bagaimana para pelaku2 utama berkompetisi dalam pertarungan global pertambangan dasar laut? Beritahu kami pendapat2 anda di bawah ini. 
Jika anda ingin tahu lebih banyak tentang kesempatan tambang, datang ke The MENA Mining Show 2013 click here untuk informasi lebih lanjut.

Artiel ini diterjemahkan dari:

http://blogs.terrapinn.com/total-mining/2013/05/22/era-deep-seabed-mining/?pk_campaign=Blog_Newsletter_Total%20Mining&pk_kwd=2013-05-22&elq=6006301863d44cdc937f650a2c56a8d0&elqCampaignId=3981&pk_campaign=Blog_Newsletter_Total%20Mining&pk_kwd=2013-05-22&elq=6006301863d44cdc937f650a2c56a8d0&elqCampaignId=3981