Recent Comments

Deteksi emas dengan portabel Thermo Niton XRF




Deteksi emas dengan portabel Thermo Niton XRF di beberapa keberadaannya.


Alat analisa portabel Thermo Niton memiliki fitur-fitur khusus yang memudahkan deteksi emas pada inti bor. Sebelumnya, geologi harus mengandalkan mata dan kaca pembesar untuk identifikasi butiran emas di inti bor, dimana untuk konfirmasi, butiran itu harus di tes kekerasanya (hardness tester) untuk menyakinin, dengan demikian pengujian ini merusak sampel inti bor dan integritasnya.
Sekarang, alat portabel Thermo Niton XRF yang di pasang dengan kamera dan titik kecil (small spot) bisa menghindarin kerusakan inti bor. Dengan fitur ini, pengguna bisa membuat laporan dengan gambar butiran dan sampel, berikut geokimianya.
Praktek ini telah digunakan secara luas di Kanada, dengan informasi yang diperoleh alat ini, penambang bisa melaukan rilis pres (press release) mengenai penemuaan nya ini ke investor-investor.


Gambar-gambar aneka keberadaan emas:

Gambar 1: Aneka keberadaan emas seperti (mulai dari kiri atas searah jarum jam): emas yang terekspos, emas dalam rekahan, tercakup dalam sulfida atau gangue dan emas yang di pinggir butiran.

                

      


Gambar 2: Aneka keberadaan emas pada proses ekstraksi emas (mulai dari kiri atas searah jarum jam): Konsentrasi dengan flotasi, konsentrasi dengan meja, pembebasan sulfida dan pelarutan (leaching).


Gambar 3: Emas di Telurida.
Gambar 4: Tekstur colloform (collorform textures) dari pita hematit dan goetit



Gambar 5: Mineral gangue.

Untuk informasi lebih lengkap bagaimana penggunaan portabel XRF di inti bor dan proses lainnya, silahkan hub: Tawada Scientific (email, telefon, etc).

Kerugian Pembelian dan Pemakaian Batu Bara





Kerugian penggunaan batu bara terkadang tidak di sadari secara langsung oleh pengguna batu bara sebab tidak ketahui secara langsung oleh user ketika pembelian dan penggunaan batu bara itu terjadi, padahal jika ditelusuri secara detail , pemborosan batu bara terjadi secara terus menerus setiap hari.

Sebagian besar pembelian batu bara itu hanya berdasarkan kepercayaan pihak pembeli terhadap hasil tes dari pihak penjual, dan hasil tes nya pun dari laboratorium yang terakreditasi atau resmi. 

Masalah utama nya adalah bukan hasil tes nya, akan tetapi tata cara dan frekuensi pengambilan sampelnya. Misal nya pengambilan sampel terhadap tumpukan, stockpile,etc maupun jumlah sampel sedemikian rupa merupakan representatif dari barang yg dikirimkan ke pembeli.

Ada beberapa parameter dalam sebuah persutujuan pembelian batu bara, dalam pembahasan ini kita hanya batasi 2 parameter: CV (Calorific Value) dan Kelembaban.
Contohnya:

  1. Misalkan suatu perusahaan X pengguna batu bara membutuhkan batu bara 100 ton/bulan dengan kapasitas mesin boilernya 2000 Kg untuk menjalankan proses produksinya. Perusahaan tersebut membutuhkan kualitas batu bara dari penjual dengan  spesifikasi sebagai berikut:
  • Kualitas = 7000 CV(kcal/kg) dan 10 % TM (Total Moisture) atau Total Kelembaban
  • Harga batu bara misalnya US$ 84/ton
Dengan alasan tertentu, ternyata kualitas batu bara yang dikirim ke pembeli tidak seperti yang di perlukan oleh pengguna batu bara, walaupun pengiriman batu bara itu sudah disertakan dengan hasil uji laborotrium seperti yang disebutkan di atas.
                   Gambar boiler untuk pabrik minyak makan

Misalkan kualitas batu bara yang di terima adalah sekitar 5700 Kcal/kg (CV) dan 10% TM. Awalnya, pengguna boiler akan memasukan jumlah batu bara ke boiler seperti yang sudah diperhitungkan. Akan tetapi, oleh karena kualitas batu bara yang di kirim itu tidak sesuai, maka pengguna boiler akan menambah batu bara supaya boiler bisa berfungsi seperti seharusnya.

Dari sudut pandang CV, kerugian bisa di hitung sebagai berikut:
  • Kualitas batu bara yang dijianjikan VS kualitas batu bara yg di kirimkan: 7000 CV = US$ 84 / ton , 5700 CV = US$ 60 / ton
Perbedaan US$ 24 / ton, jadi kalau pembelian 100 ton / bulan, estimasi total kerugian adalah kira-kira US$ 2400 / bulan.

  • Komsumsi batu bara di boiler, oleh karena spesifikasi batu bara yang dikirim tidak sesuai, pengguna boiler akan menambah batu bara untuk mencapai kinerja boiler yang maksimal.

Perhitungan kerugiaannya sebagai berikut :

Kapasitas Boiler x Nilai Faktor Energy = Jumlah Batubara yang dibutuhkan
Energy Batubara           =  Jumlah Batubara yang dibutuhkan + 30 %
Nilai Kalori batubara

Asumsi :
Supplier memberikan Batubara dengan kalori = 5700
2000 Kg x 540 kkal/kg  = 1.080.000 kkal   = 189.5 kg + 30 % = 246.4 kg
                                            5700  kkal / kg

Nilai Kalori Batubara yang dibutuhkan Boiler = 7000
2000 Kg x 540 kkal/kg  = 1.080.000 kkal   = 154.3 kg + 30 % = 200.6 kg
                                             7000 kkal / kg

                Selisih : 246.4 kg – 200.6 kg = 45.8 Kg
 
Jadi kerugian yang kita terima dalam jumlah banyaknya batu bara yang harus ditambahkan ke dalam boiler akan lebih banyak +/- 45 kg / sekali proses.
 
45 Kg x 24 jam x 30 hari = 32.400 Kg   

32.400 Kg x USD 24 = US$ 777.6

Note: Perhitungan diatas berdasarkan Boiler Handbook

Total kerugian nya untuk pengguna batubara dengan boiler kapasitas 2000 kg adalah: US$ 2400 + US$ 777.6 = US$ 3177.6 per bulan.

Asumsi ini adalah jika total kelembaban nya adalah cocok dengan spesifikasi nya, jika kelembaban batubara yang diterima adalah lebih besar, kerugian akan bertambah lagi dengan perhitungan baru terhadap efek kelembaban.

Demikian juga dengan parameter-parameter lainnya seperti sulfur, ash, etc yang bisa menyebabkan masalah jangka panjang terhadap infrastruktur boiler nya.

Catatan: Semua perhitungan diatas adalah suatu perkiraan untuk membantu menggambarkan suatu situasi.

Untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana cara menghindari kerugian tersebut, silakan kunjungi situs berikut :

Pabrik baja stainless Asia akan memperoleh manfaat dengan Nikel Pig-Iron Cina dari Indonesia



Wed, Sep 11 05:29 AM EDT
By Polly Yam


HONG KONG, Sept 11 (Reuters) - Perusahaan China yang beroperasi tambang nikel di Indonesia cenderung untuk meningkatkan rencana untuk membangun pabrik2 nikel pig-iron di negara Asia Tenggara dalam rangka untuk melanjutkan pengiriman ores kembali ke rumah, yang akan membantu mendukung produksi yang lebih tinggi di China tahun depan.

Langkah ini bisa berarti pasokan perusahaan Cina terhadap nikel pig-iron sebuah ferro-nikel kelas rendah yang digunakan dalam produksi stainless steel, akan naik di Asia pada 2 sampai 3 tahun waktu, membantu pabrik regional seperti POSCO dan Nippon Steel & Sumitomo Metal untuk memotong biaya, kata sumber-sumber industri.

China adalah produsen dominan nikel pig iron-di dunia dan membukukan output sekitar seperempat dari produksi nikel dunia. Namun produksi bergantung pada impor bahan baku terhadap nikel laterit ores, dengan Indonesia dan Filipina yang menyediakan sebagian besar ores ini.

Indonesia telah merencanakan untuk melarang ekspor ores dari 2014 untuk menekan para penambang untuk membangun smelter2 di rumah untuk memajukan ekonomi setempat.

Namun dalam pembalikan kebijakan, mungkin sekarang akan melonggarkanlarangan tersebut untuk membantu mendukung mata uang rupiah dan para penambang dengan smelter di bawah konstruksi akan diizinkan untuk terus mengekspor ores.
Putar baliknya kebijakan ini mendorong perusahaan Cina untuk meningkatkan proyek2 smelter di Indonesia.

"Untuk melakukannya dengan cepat, kita berpikir tentang relokasi tungku lebur kecil ke Indonesia," kata seorang sumber di produsen nikel pig
-iron di Cina, yang memiliki beberapa tambang nikel di Indonesia.

Perusahaan Cina lainnya yang mengoperasikan tambang2 nikel di Indonesia juga mempertimbangkan relokasi tungku2 yang menganggur atau membangun blast furnace kecil baru karena biaya yang rendah, sumber tersebut menambahkan.
Dua belas sampai tiga belas perusahaan China mengoperasikan tambang2 nikel di Indonesia saat ini dan setengahnya berencana untuk membangun pabrik untuk memproduksi nikel pig-iron atau standar ferro-nikel, kata Xu Aidong, analis nikel utama di perusahaan riset yang didukung negara Beijing Antaike Information Development Co Ltd.

Perusahaan-perusahaan China kemungkinan besar akan menjual nikel pig-iron yang diproduksi di Indonesia ke Asia, daripada kirim kembali ke China, karena permintaan dari negara-negara Asia lainnya adalah kuat, sementara China menghadapi masalah kelebihan pasokan, kata Xu.

"Mengapa pabrik2 baja stainless Cina adalah kompetitif, itu semuanya tentang nikel pig-iron. Pasokan yang Lebih banyak ke pabrik-pabrik Asia lainnya seharusnya memperkuat daya saing mereka di masa depan," katanya, yang mengacu pada keunggulan biaya dengan menggunakan nikel pig iron.

Pabrik2 baja stainless di Jepang, Korea Selatan dan Taiwan ingin mengimpor nikel pig-iron dari China sebagai alternatif yang lebih murah untuk menggantikan rafinasi nikel. Biaya keunggulannya adalah bahwa itu mengandung kadar besi yang tinggi namun besinya tidak dimasukan ke harganya.

Namun pajak Cina yang 20 persen telah membatasi ekspor, kata Xu.

Untuk mencerminkan permintaan nikel pig-iron, pabrik2 baja stainless di Cina membayar sekitar 1.000 yuan ($ 160) per 1 persen dari kandungan logam nikel pig-iron yang mengandung 10-15 persen logam minggu ini. Harga itu setara dengan 100.000 yuan per ton nikel, lebih tinggi dari 97.700 yuan untuk nikel rafinasi NI 1 CCNMM.
Antaike memperkirakan produksi nikel pig-iron di Cina pada sekitar 400.000 ton nikel pada 2013 dan output bisa naik tahun depan ketika muncul kapasitas modern baru dengan  ribuan ton, mulai beroperasi pada semester kedua tahun ini.
Persediaa2 ore yang tinggi akan mendukung produksi yang kuat tahun depan.

Persediaan2 nikel ore yang diimpor di tujuh pelabuhan utama Cina mencapai

sekitar 16.440.000 ton Jumat lalu, naik dari 16.380.000 ton pada pertengahan Mei, meskipun persedian turun dari rekor 18,2 juta ton pada akhir Desember 2012, data ditunjukan oleh penyedia informasi umetal.com.
 
($1 = 6.1200 Chinese yuan)

(Reporting by Polly Yam; Editing by Michael Perry)

Artikel ini diterjemahkan dari:
 

Blogger news

Blogroll